Event Olahraga

Pelari “Trail Running” Mancanegara akan Beradu Cepat pada Rinjani100 , Catat Tanggalnya!

Written by Binsar Marulitua

Kesiniaja.com – Ragam karakter hutan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memang mempunyai banyak kejutan yang menantang. Bersanding dengan kemegahan landskapnya, para pelari pelintas gunung dari 24 negara akan beradu cepat menjadi yang terbaik dalam event Rinjani 100 yang dilaksanakan tanggal 5-7 Mei 2017 mendatang.

Menerjang lautan pasir vulkanik di tengah dorongan angin kencang, sengatan cuaca panas dan dingin, memang bukan perkara yang mudah. Terlebih  dalam lomba trail running ini para peserta dihadapkan pada trek yang terus menanjak. Ada empat kategori yang diperbutkan dalam event ini yakni  100K, 27K, 36K, 60K.

Para profesional pun datang dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Jerman, Austria, Perancis, Amerika, dan masih banyak lainnya. Totalnya sudah terdaftar sebanyak 472 peserta yang mengkonfirmasi kehadiran.

“Event olahraga ini sudah yang ke lima kalinya kami laksanakan. Lomba ini memang kami khususkan kepada petualang yang siap memacu adrenalin dengan tantangan ekstrim, bukan untuk pemula pendaki gunung.

Jadi mereka yang sudah menyepakati mengikuti lomba sudah siap dengan hujan, panas terik atau cuaca dan bahaya di luar perkiraan teknis lainnya, akan tetapi kami sudah menyiapkan marka yang jelas,tim medis, emergency rescue, wifer, dan hal-hal penunjang keselamatan lainnya di titik pos lainnya,” jelas Race Direktor Rinjani 100 , Rudi Rochmansyah, Rabu (22/2/2017).

Rudi menjelaskan Pada kategori 100k, lintasan akan dimulai dari desa Senaru, Bayan melewati hutan lebat menuju Pelawangan Senaru, diteruskan menuruni tebing-tebing terjal menuju Danau Segara Anak. Dari danau yang terletak di sekitar ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut ini peserta akan kembali melanjtkan lintasan membelah arah menuju pelawangan Sembalun dan menghadapi lintasan curam menuju puncak Gunung Rinjani.

Dari Puncak Rinjani peserta akan turun ke arah Desa Sembalun, Lombok Timur melewati perbukitan tinggi dan membelah padang savana yang belum terjamah. “Totalnya, ada 13 check point dan dua tempat pemberhentian yang harus dilewati peserta untuk finish dalam cut of time 36 jam,” tambahnya

Tantangan dan rute yang hampir sama juga terlihat pada kelas 60k, Hanya saja lintasan pada kategori ini treknya sedikit diperpendek menjadi 9 Check poit dan satu tempat pemberhentian dengan cut of time 20 jam. Sedangkan pada kategori 36k lintasan yang digunakan dimulai dari Desa Sembalun menembus savana untuk mencapai Pelawangan Sembalun dan menuju Puncak Rinjani.

Totalnya ada 7 check point dengan 1 titik pemberhentian dengan cut of time  15 jam . “Sedangkan untuk kategori 27k jarak lintasan lebih diperpendek dari start Desa Sembalun sampai menuju Pelawangan sembalun dengan jarak 1703 meter  dengan cut of time 9 jam,” tambahnya

Pada perhelatan tahun lalu, catatan waktu terbaik untuk kategori 100k dipegang oleh pelari trail  running dari norwegia dengan catatan waktu terbaik 26 jam 35 menit. Selanjutnya untuk kategori 36k catatan waktu terbaik dipegang oleh pelari trail running asal Perancis,Vincent Chalias dengan torehan waktu 16 jam 30 menit 18 detik.

Kategori 60k catatan terbaik digengam oleh pelari berkebangsaan Spanyol dengan catatan waktu waktu 07 jam 44 menit 58 detik. Sedangkan untuk kategori 27k pemegang rekor waktu terbaik dipegang oleh pelari trail  running dari Tanah Air Muslyadin dengan catatan waktu 4 jam 41 menit 1 detik.

Menurut Data Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada tahun 2016 sebanyak 30.847 orarng. Wisman yang berkunjung ke TNGR didominasi oleh negara Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Perancis.

Jumlah wisman sepanjang tahun 2016 naik sebanyak 3.661 orang. Pada tahun 2012 wisman yang berkunjung ke TNGR sebanyak 10.956 orang dan tahun 2013 sebanyak 17.634 orang. Sedangkan tahun 2014 sebanyak 24.176 orang dan tahun 2015 sebanyak 27.186 orang.

Selain merambah kemolekan gunung berapi ke 2 tertinggi di Indonesia ini, wisman yang datang sebagian besar juga biasanya tertarik berwisata pada destinasi lainnya semisal Bali, Lombok, atau Komodo, NTT. Ketua Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Thaib turut mengapreiasi acara tersebut. Karena dengan event tersebut karena peluang menggaungkan destinasi unggulan lainnya semakin terbuka lebar.

Salah satunya Mandalika juga dimasukkan dalam 10 destinasi utama, selain Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah-Jogja, Bromo Jawa Timur, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Malut. “Semoga Pamor wisata Lombok pun makin berkibar, karena semakin lengkapnya atraksi dan sarana apapun,” jelas pria yang biasa disapa Hiram itu.

Sementara itu untuk aksestabilitas, Lombok juga mengalami perkembangan signifikan. Kata Hiram, GM Garuda Indonesia, Yansuero dalam pertemuan dengan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi menjelaskan bahwa Garuda akan membuka penerbangan langsung Lombok- Guangzhou, Tiongkok dengan frekuensi penerbangan 2 kali seminggu. Untuk rute domestik, Garuda akan menambahkan frekuensi penerbangan rute Lombok -Yogyakarta dan Lombok -Ujung Pandang dari sekali seminggu menjadi dua kali seminggu.

“Di Kemenpar ada tiga produk besar yang menarik minat wisatawan, yaitu wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Sport tourism adalah bagian dari wisata buatan. Kami berharap Berdasarkan bisa menuntaskan target Kementerian Pariwisata untuk tahun 2017, yakni sebesar 15 juta kunjungan wisatawanmancanegara dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara. Kemenpar akan terus berkomitmen akan menangani promosi destinasi, promosi daerah, dan branding untuk lebih menarik minat wisatawan,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti.

Foto Featured: www.mtrinjaniultra.com

Komentar Anda:
Mau Jalan-Jalan Gratis ke Jogja?
Daftarkan emailmu melalui form dibawah ini untuk informasi lengkapnya.
We respect your privacy

About the author

Binsar Marulitua