Serba-Serbi

Mendaki? Yuk, Belajar Dari Petani Ambon yang Berhasil Mencapai Puncak Cartensz dan Kinabalu

Written by Feti Habsari

Kesiniaja.com – Puncak Cartensz merupakan puncak tertinggi di Indonesia dan satu-satunya tempat yang diselimuti salju di Indonesia. Memiliki sebutan Cartensz Pyramid yang terletak di Papua, puncak ini disebut-sebut sebagai puncak tersulit ketiga di dunia, disebabkan oleh jalur pendakiannya yang memang tidak mudah dan menantang.

Beberapa hari ini media online gencar memperbincangkan seorang petani asal Ambon yang berhasil mencapai Puncak Cartensz ini. Ia adalah Handoko (39 tahun) yang sehari-hari menggarap lahan pertanian buah dan sayuran di dataran Waepo, Buru, Maluku.

Handoko memang petani, tapi jangan salah, sebab ia memiliki kegemaran yang menarik. Handoko ssudah sering mengakrabkan diri dengan tebing-tebing tinggi dan gunung. Tidak tanggung-tanggung, ia sudah berhasil mencapai puncak tertinggi Indonesia dan Malaysia.

Minatnya pada aktivitas alam bebas dimulai saat pertama kali bergabung dengan organisasi pencinta alam Perhimpunan Kanal Ambon pada 1996. Saat ini ia dipercaya menjadi Koordinator Pendaki Indonesia Wilayah Maluku.

Untuk mencapai Puncak Cartensz, Handoko menempuh perjalanan selama tujuh hari dengan berjalan kaki. Memulai dari perkampungan Suaggama, kemudian melewati jalur Jambusiga camp – Endasiga camp – Ebay Camp – Nasidome camp – Basecamp Danau-danau – Puncak Cartensz, dan kembali lagi melewati jalur yang sama.

Saat berada di tebing lereng Cartensz, keadaan semakin berat. Es yang menyelimuti pegunungan, suhu yang mencapai minus derajat celsius, dan kadar oksigen yang semakin menipis menyebabkan para pendaki diharuskan pintar-pintar menjaga mental dan kondisi tubuh. Hipotermia yang sewaktu-waktu bisa mengancam nyawa benar-benar harus dihindari.

Foto Pak Handoko | Sumber: Regional.kompas.com

Handoko mendaki Puncak Cartensz bersama enam rekan yang datang dari daerah yang berbeda-beda di Indonesia. Mereka mencapai puncak tertinggi Indonesia tepat pada pukul 08.08 WIT dengan mengawali summit attack pada pukul 02.00 dini hari.

Biaya yang dikeluarkan Handoko untuk merengkuh Puncak Cartensz sekitar Rp 35 juta. Menurutnya, biaya tersebut masih terbilang murah, sebab normalnya mencapai sekitar Rp 65 juta per orang dan belum termasuk peralatan serta logistik pribadi. Tabungan dari hasil berkebunnya lah yang selama ini mampu mengantar Handoko mencapai puncak-puncak tinggi yang menjadi impian setiap pendaki

Pada 2014 lalu, Handoko berhasil mencapai puncak tertinggi Malaysia, yaitu Gunung Kinabalu dengan ketinggian 4.095 mdpl. Ia juga sudah mendaki sejumlah puncak gunung tinggi di atas 3.000 meter di Indonesia.

Selain tujuh puncak tinggi Indonesia, ia juga ingin mendaki puncak sejati Gunung Raung di Jawa Timur untuk menggenapi pendakian empat gunung ekstrem Indonesia.

“Mereka yang memahami arti keberanian, perjuangan, pengorbanan dan kebersamaan, yang akan mengerti kenapa kami harus mendaki gunung. Mendaki gunung membuat kami lebih memahami makna kebesaran Tuhan. Mendaki gunung membuat kami lebih menghormati hidup,” ujar Handoko.

Komentar Anda:
Mau Jalan-Jalan Gratis ke Jogja?
Daftarkan emailmu melalui form dibawah ini untuk informasi lengkapnya.
We respect your privacy

About the author

Feti Habsari

Traveller, Blogger, Bibliophile, Chemist.