Tips

Suvenir Blacklist – Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Beli 

Written by Binsar Marulitua

Kesiniaja.com – Jadilah wisatawan cermat dalam memilih oleh-oleh atau suvenir tiap kali pulang berwisata. Memang, buah tangan sebagai kenangan sepertinya sudah menjadi tren dan tuntutan saat ini. Akan tetapi perlu dicatat, kunjungan ke daerah wisata harus memiliki manfaat lebih besar dibandingkan kerusakan yang akan timbul akibat keinginan memiliki.

Seiring laju pengembangan wisata bahari, ancaman keseimbangan ekosistem adalah hal yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, perlu pengetahuan etika berwisata yang selaras dengan lingkungan agar kelestarian tetap terjaga. Salah satunya, jangan pindahkan biota laut ke dalam akuariummu!

Berikut rekomendasi dalam etika memilih oleh-oleh dan cinderamata saat berwisata bahari :

1. Cermatilah Daerah Wisata Tersebut

Sebelum berlibur, ada baiknya kamu melakukan riset mengenai destinasi tujuan wisata. Apakah termasuk ke dalam tempat pelestarian alam yang dilindungi seperti Taman Nasional Laut atau Geopark. Bawalah kamera atau alat dokumentasi lainnya saat benar benar tertarik dengan biota laut atau penghuni lainnya. Memiliki kisahnya dengan merekam dalam bentuk visual akan lebih bijak.

2. Cek Peraturan Berwisata

Di bandara atau pelabuhan biasanya tersedia informasi mengenai flora dan fauna setempat yang dilindungi. Bahkan ada daerah tertentu yang sangat ketat dan tak mengizinkan membawa pergi apapun jenis biota laut semisal kerang. Walau tak termasuk daftar yang dilindungi.

3. Cukup Bawa Satu

Umumnya kerang yang berserakan di pantai tak semua berkondisi baik; pecah atau bolong. Jika ingin memiliki dengan tujuan urgensi pilihlah satu atau dua buah saja jangan mengekploitasi. Ingat, mesti sedang kosong, kerang itu akan dicari si Kelomang (Crustacea). Kerang dengan dua bilah lebih mudah ditemukan dalam kondisi relatif baik

4. Jangan Bawa Satwa Langka

Jika ingin membeli cinderamata atau oleh-oleh pastikan makhluk tersebut tidak ada dalam daftar satwa yang dilindungi. Di Indonesia  satwa yang dilindungi sangat banyak, akan tetapi hewan yang masih kerap diperjualbelikan dan diincar komoditasnya antara lain:

A. Moluska: Semua jenis Kima Raksasa (Family tridacnae), Kima Cina (Hippopus porcellanus), Kima Kuku Beruang (Hippopus hippopus), Kepala Kambing (Cassis cormuta), Triton Terompet (Charonia tritonis), Nautilus Berongga (Nautilus pompillus0 dan Siput Hijau (Turbo marmoratus)
B. Reptilia : Semua jenis penyu
C. Crustacea : Ketam kelapa (Birgus latro)

5. Hindari Membeli Satwa yang Dikeringkan

Walau tak termasuk dilindungi sebaiknya hindari membeli oleh-oleh dan cinderamata dari satwa yang dikeringkan. Jika ada pembeli, penjual akan menyediakan lebih banyak sehingga timbul penurunan populasi satwa tertentu dan keseimbangan ekosistem terganggu.

6. Berwisata dan Jangan Bawa Jejak Apapun

Jauh lebih menarik menikmati keindahan alam laut dengan berinteraksi misalnya dengan snorkeling atau scuba diving ketimbang melihat biota laut dalam akuarium.

Komentar Anda:
Mau Jalan-Jalan Gratis ke Jogja?
Daftarkan emailmu melalui form dibawah ini untuk informasi lengkapnya.
We respect your privacy

About the author

Binsar Marulitua