Wisata Indonesia

Menikmati Keindahan Wisata Kawah dan Gunung Papandayan Garut yang Memesona

Written by Imam Widhy

Kesiniaja.com – Garut merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai keragaman dan keunikan, tidak hanya mengenai wisata kulinernya tetapi juga tentang kekayaan alam yang ada di daerah ini. Keindahan alam yang ada di Garut menjadi salah satu potensi pariwisata yang wajib kamu kunjungi dan nikmati. Salah satu surga yang diturunkan di Garut adalah Gunung Papandayan yang berada di ketinggian sekitar 2665mdpl ini terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Lokasi obyek wisata ini cukup mudah dijangkau dengan kondisi jalan yang sudah cukup baik sehingga kamu tidak perlu khawatir jika menggunakan kendaraan pribadi. Namun jika kamu perlu mengistirahatkan badanmu dari perjalanan jauh, kamu bisa bermalam sambil kulineran di kota ini.Tentunya kamu juga dapat memilih tempat penginapan dan hotel yang tersedia di sekitar kota Garut. Hotel- hotel tersebut menyediakan beragam pilihan dengan fasilitas dan harga yang bervariasi. Jika kamu masih belum mengetahui informasi detailnya, kamu dapat memanfaatkan perangkat selulermu untuk mengecek alamat lengkap di situs atau website traveloka.

Perjalanan Menuju Gunung Papandayan:

Perjalanan menuju lokasi wisata ini dapat ditempuh melalui jalur darat dengan dua rute jalan.  Kamu dapat melalui Pangalengan dan Cisurupan. Perjalanan melalui jalur Pangalengan lebih sulit dilalui. Selain treknya yang cukup curam dan terjal, rute jalan ini lebih cocok untuk jalur off road dan memang masih cukup jarang dilalui kendaraan umum sehingga membutuhkan pemandu yang mumpuni agar tidak tersesat dan mengalami kendala saat berkendara.

Adapun jalur lain yang dapat kamu tempuh, yaitu Cisurupan. Cisurupan dapat ditempuh melalui arah kota Garut menuju Bayongbong sampai di pertigaan Cisurupan. Setelah menemukan plang bertuliskan ucapan selamat datang, kamu dapat langsung menuju lokasi area parkir yang tidak jauh dari pintu awal masuk di Gunung Papandayan.

Foto Ketika Menaiki Pickup yang Membawa kami Ke Pos Pertama

Foto Ketika Menaiki Pickup yang Membawa kami Ke Pos Pertama

Jika ditempuh melalui Terminal Guntur Garut dapat dilanjutkan dengan menggunkan angkutan umum atau angkutan kota yang menuju arah alun-alun Cisurupan. Jarak dari kota Garut juga sangat dekat yaitu sekitar 1 km. Dari alun-alun Cisurupan perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan jasa ojek sepeda motor sampai di Taman Wisata Alam Papandayan, atau jika kamu rombongan kamu bisa sewa mobil pickup yang akan mengantarmu ke camp david(tempat pendakian awal).

Hal-hal menarik yang dapat kamu lihat dan nikmati di Gunung Papandayan.

Gunung Papandayan merupakan salah satu Gunung di Indonesia yang masih aktif. Tercatat dalam sejarah terjadinya letusan gunung berapi, Gunung Papandayan telah mengalami beberapa kali letusan sejak tahun 1772 hingga yang terakhir terjadi pada November 2002. Akibat letusan tersebut, maka timbul fenomena alam yang cukup menakjubkan yang dapat kamu lihat sampai sekarang.

Gunung Papandayan menyimpan segudang pemandangan dan fenomena alam menarik dan sangat populer di kalangan travellers, yaitu sumber mata air panas dengan kolam-kolam yang airnya mengandung sulfur atau belerang, lalu luasnya padang edelweiss di Tegal Alun dan eloknya pesona hutan mati. Di kawasan gunung Papandayan terdapat empat kawah yang terbentuk secara alami dari adanya letusan di masa lampau. Kawah-kawah tersebut antara lain, Kawah Baru, Kawah Mas, Kawah Nagklak dan Kawah Manuk. Kawah mas memiliki wilayah terluas hingga mencapai lebar sekitar 150 meter. Keren kan? Ngga heran jika kekayaan dan keindahan alam Papandayan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung kesini.

Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai kawah-kawah Papandayan dari area camp david atau spot awal memulai pendakian. Para pendaki akan disajikan megahnya kompleks kawah Gunung Papandayan yang dikelilingi tebing-tebing tinggi. Kepulan-kepulan asap dan air belerang yang meletup-letup memperlihatkan seberapa aktif gunung ini. Bau belerang yang menyengat dari arah kawah menjadi daya tarik tersendiri.Biasanya para pendaki menikmati suasana di kawah dengan berfoto. Nantinya akan ada pos-pos peristirahatan yang cukup nyaman untukmu beristirahat sejenak karena ada beberapa warung warga hingga Gober Hut, setelah sekitar 1,5 jam pendakian.

IMG_8512

Ketika kepulan asap kopi membias dengan kepulan asap dari kawah

Nah, Nama papandayan itu sendiri katanya punya cerita tersendiri, berasal dari bahasa sunda “Panday” yang berarti pandai besi. Konon dahulu para warga yang melintas di gunung ini sering terdengar suara-suara yang mirip dengan tempat pandai besi, suara itu berasal dari kawah yang masih aktif, demikianlah gunung ini dinamakan Gunung Papandayan oleh masyarakat sekitar gunung.

Selain kawah yang mempunyai keindahan di Papandayan, ada juga lokasi yang cukup digemari wisatawan di kawasan gunung ini. Lokasi tersebut antara lain area camping Pondok Saladah, hutan mati dan juga padang Edelweis di Tegal Alun yang dipenuhi dengan edelweiss yang bermekaran.

Eskpresikan dirimu dalam Mengabadikan Moment.

Eskpresikan dirimu dalam Mengabadikan Momen di Hutan Mati.

Pondok Saladah merupakan area tempat biasa para pendaki mendirikan tenda yang juga ditumbuhi bunga edelweiss. Untuk mencapai kawasan ini diperlukan waktu sekitar 3-4 jam pendakian dari camp david. Di daerah yang berada di ketinggian 2.288 di atas permukaan laut ini juga mengalir sungai Cisaladah yang mempunyai debit air yang cukup deras dan terjaga sepanjang tahunnya. Disini kamu bisa juga menemukan warung-warung yang didirikan warga, kamar mandi serta tempat ibadah, sehingga kamu tidak perlu khawatir jika persediaan logistikmu kurang. Ohya, kamu juga perlu berhati-hati ketika malam hari tiba karena ada kawanan Babi liar yang siap mengambil logistikmu. Jadi sebaiknya gantungkan logistikmu di atas ranting pohon atau setidaknya jangan biarkan logistikmu berada didalam tenda.

Hutan mati juga sering menjadi sorotan para wisatawan. Di atas area atau lahan kosong yang cukup luas ini hanya terdapat puluhan pohon-pohon kering berwarna kehitaman yang telah mati, namun justru disinilah letak keindahan dan keunikan hutan mati. Kondisi tanah yang berwarna putih karena kandungan kapur dan juga tanaman mati berwarna hitam gelap menimbulkan kesan pemandangan warna yang cukup kontras dan menarik, serasa berada di hutan zombie. Di sekitar tanaman tersebut juga nampak beberapa kepulan asap yang berasal dari uap panas di kawah dan nampak menyelimuti sebagian kawasan hutan ini. Suasana pemandangan indah ini dapat kamu nikmati sambil berfoto-foto.

Sunrise di Papandayan

Sunrise di Hutan Mati, Papandayan

 

Milkiway Papandayan dari @zkyjacobs

Milkiway Papandayan dari @zkyjacobs

Satu lagi, tujuan utama para pendaki mendaki Gunung Papandayan adalah menikmati indahnya padang edelweiss di Tegal alun. Tempat ini merupakan tempat terbaik menikmati pemandangan berupa bunga edelweiss yang sangat banyak dan indah. Para pendaki yang belum mengerti akan memetik dan membawa turun bunga abadi ini. Namun pendaki sejati hanya datang dan menikmati sang edelweis, tidak untuk dibawa pulang. Untuk mendapat panorama yang indah, sebaiknya kamu lakukan perjalanan sebelum matahari terbit. Sehingga ditengah perjalanan kamu bisa menikmati sunrise yang begitu indah.

IMG_8753

Menikmati Hamparan Bunga Edelweiss di Tegal Alun

 

edelweiss

Foto Keindahan Bunga Edelweiss

Kamu bisa meneruskan pendakian ke puncak Papandayan. Walaupun treknya jelas, dan sudah ada plang penanda, trek menuju puncak ini memiliki tingkat kesulitan diatas trek-trek sebelumnya. Kemiringan yang curam, hutan yang rapat, serta bahaya jurang akan ditemui di trek ini. Dari puncak dapat terlihat betapa luasnya Tegal Alun, kompleks kawah yang megah, dan Pondok Saladah di balik bukit di kejauhan.

Keindahan dan beragam keunikan yang timbul secara alami di Gunung Papandayan ini menjadikan lokasi wisata ini selalu ramai dikunjungi. Beberapa wisatawan mempunyai beragam tujuan. Selain menikmati keindahan alam di beberapa titik yang mudah dijangkau, beberapa diantaranya melakukan lintas alam atau penjelajahan untuk menikmati keindahan panorama Gunung Papandayan secara penuh. Ohya, kamu juga mesti daftar simaksi ya supaya pendakianmu legal, sehingga jika terjadi apa-apa padamu makan kamu akan sangat mudah untuk dibantu.

IMG_8719

Tanpa Mereka, Perjalanan ini tidaklah berkesan.

Gunung Papandayan itu sangat cocok bagi pendaki pemula sehingga menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Garut. Tegal Alun saja sudah bisa memberi banyak pelajaran bagi pendaki, terutama yang baru belajar mencintai pendakian. Namun demikian, tentu para pendaki haruslah juga belajar tentang cara mencintai pendakian dengan baik dan benar. Para pendaki harus betul-betul sadar untuk menjaga kebersihan gunung dan menjaga kelestariannya, bahwa memetik bunga Edelweiss itu sama sekali tidak diperbolehkan dan mengambil kembali semua sampah yang kita hasilkan itu adalah suatu kewajiban. Yuk angkat tas kerilmu dan telusuri indahnya Garut!

Komentar Anda:
Mau Jalan-Jalan Gratis ke Jogja?
Daftarkan emailmu melalui form dibawah ini untuk informasi lengkapnya.
We respect your privacy

About the author

Imam Widhy

Tujuan Jalan-Jalan adalah Perjalanannya.