Serba-Serbi Wisata Mancanegara

China Buka Gerbang Baru Menuju Puncak Everest

Written by Binsar Marulitua

Kesiniaja.com – Pemerintah China punya ambisi yang besar untuk mengembalikan minat wisatawan menuju puncak Gunung Everest di Himalaya. Tidak tanggung-tanggung, sebuah hotel mewah bersama konsep pusat pengendalian gunung akan dibangun di ketinggian 14.000 kaki di sisi utara gunung ini. Walaupun terlihat akan memudahkan pendakian, tetapi kebijakan ini  menuai kritik dari para pemandu dan pendaki gunung berpengalaman.

Sebagai salah satu negara pemegang otoritas pengelolaan wisata menuju puncak Everest, China sebelumnya punya base camp di Tibet pada ketinggian 5.364 meter di atas permukaan laut atau sekitar 17.598 kaki. Akan tetapi pemerintah negeri “Tirai Bambu” berpikir akan memindahkan base camp setelah kejadian longsoran salju pada tahun 2014 menewaskan 16 orang pemandu dan porter gunung. Tidak hanya itu gempa bumi di Nepal pada tahun 2015 turut meluluhlantahkan areal tersebut.

Old Tingri sebuah kota 40 mil barat laut dari gunung tertinggi di dunia ini yang dipilih untuk menggantikan posisi Tibet.  Base Camp ini  lebih rendah dari Tibet yakni berada di ketinggian 14.000 kaki.  Kota ini dipilih karena dinilai paling strategis dari beberapa alternatif lainnya.

Tidak hanya menjadikannya sebagai pusat pengendalian dan operasi gunung, pemerintah China mengklaim telah membangun jalan aspal sampai pada rencana pembuatan base camp baru tersebut. Nantinya, area tersebut akan dilengkapi oleh hotel mewah, restoran, rumah sakit, fasilitas pelatihan untuk pemandu wisata dan layanan pencarian serta penyelamatan. Bahkan pemerintah China juga membuat rancangan landasan dan pangkalan helikopter komersil dan 800 resort ski baru.

Salah seorang pendaki berpengalaman Asal Amerika, Adrian Ballinger mengatakan bahwa pembangunan Old Tingri seperti konsep wisata di Pegunungan Alpen Swiss bagai dua sisi mata uang. Satu sisi pengembangan kawasan tersebut bisa meningkatkan perekonomian pariwisata China. Alasannya jalur Old Tigri lebih praktis dan mudah dijangkau. Praktis tempat ini akan disukai para pendaki gunung dan wisatawan.

“Ini seperti gerbang baru,” kata Adrian Ballinger, pendaki yang pernah 7 kali menggapai Everest dari rute yang berbeda.

Ada aspek negatif dari pembangunan Old Tingri yang ia cermati. Salah satunya adalah pandangan bahwa pembangunan kawasan tersebut akan membawa arus menuju kerusakan lingkungan yang baru. Tidak hanya itu, pemegang sertifikasi American Mountain Guides Association (AMGA Rock, Alpine, and Ski Certifications) mengatakan tempat baru tersebut tak juga menjamin bebas dari longsoran salju.

“Memang pihak China punya pandangan akan mempermudah para wisatawan dan pendaki gunung sama seperti di Alpen Swiss dan sangat bertolak belakang dengan apa yang yang terjadi di Gurun Alaska dimana semua dilakukan mandiri, akan tetapi resiko tetap ada,” kata Ballinger seperti dikutip Outside Megazine Online.

Pembangunan infrastruktur Old Tingri memang masih dikebut pengerjaannya. Akan tetapi Pemerintah China menargetkan semua akan selesai pada tahun 2019. Bahkan, tiga tahun berikutnya China akan menjadikan tempat ini sebagai promosi wisata pada Olimpiade Musim Dingin 2022 Beijing.

Komentar Anda:
Mau Jalan-Jalan Gratis ke Jogja?
Daftarkan emailmu melalui form dibawah ini untuk informasi lengkapnya.
We respect your privacy

About the author

Binsar Marulitua