Gyeongbokgung – Korea Selatan

Gyeongbokgung - tourkekorea

Kesiniaja.com – Gyeongbokgung adalah salah satu istana yang terletak di utara Seoul, Korea Selatan. Gyeongbokgung merupakan istana pertama yang dibuat oleh Dinasti Joseon. Selain Gyeongbokgung terdapat empat istana lainnya di Seoul. Namun, dibandingkan dengan istana lainnya, Gyeongbokgung adalah istana yang terbesar dan terpopuler.

Nama Gyeongbokgung sendiri berasal dari kata gyeongbok yang berarti ‘sangat diberkati surga’ dan kata gung yang berarti istana. Jadi, Gyeongbokgung berarti istana yang sangat diberkati surga.

Selama berdiri, Gyeongbokgung sudah mengalami berkali-kali perombakan dan menjadi saksi bisu peristiwa-peritiwa bersejarah di Korea Selatan. Gyeongbokgung pertama kali dibangun pada tahun 1394 oleh pemimpin pertama Dinasti Joseon, Raja Taejo. Pada tahun 1553 istana ini pernah mengalami kebakaran hebat hingga akhirnya Raja Myeongjong memerintahkan restorasi besar-besaran. Sejak saat itu Gyeongbokgung menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan dan menjadi pusat pemerintahan.

Aula Geunjeongjeon – agoda

Ketika Jepang datang pada tahun 1592, istana ini dihancurkan. Lalu pada tahun 1867 Gyeongbokgung dibangun kembali dan diperluas hingga terdapat 330 bangunan dan 5.792 ruangan. Namun sayang, pada tahun 1911 istana ini kembali dihancurkan oleh Kekaisaran Jepang hingga akhirnya hanya tersisa tiga bangunan istana dari abad ke-19, yaitu Geunjeongjeon (Imperial Throne Hall), Paviliun Gyeonghoeru, dan Paviliun Hyangwonjeong. Pada tahun 1989 Gyeongbokgung dibangun kembali oleh Pemerintah Korea Selatan. Kini, area Gyeongbokgung dialih fungsikan menjadi museum dan tempat wisata.

Salah satu keunikan dari Gyeongbokgung ini adalah upacara pergantian penjaga istana. Wisatawan dapat melihat upacara pergantian penjaga ini setiap pukul 10.00, 13.00, dan 15.00 waktu setempat. Upacara ini berlangsung selama 10 sampai 15 menit.

Gyeongbokgung – sibukliburan

Salah satu yang menjadi ikon dari Gyeongbokgung ini adalah Aula Geunjeongjeon. Aula ini adalah aula singgasana di mana raja terdahulu menyelenggarakan pertemuan formal, melakukan deklarasi resmi, dan menyambut tamu asing. Aula Geunjeongjeon memiliki arsitektur yang masih asli sejak rekonstruksi terakhir pada tahun 1800-an.

Wisatawan juga dapat berkeliling seluruh area istana ini. Mulai dari perpustakaan, Paviliun Gyeonghoeru, Paviliun Hyangwonjeong, dan museum-museum yang ada di area istana. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa menyewa hanbok, pakaian tradisional Korea, dan berfoto di tempat-tempat tadi.

Gyeongbokgung dibuka pada pukul 09.00 sampai pukul 18.00. Gyeongbokgung tutup setiap hari Selasa. Biaya yang dikenakan pada pengunjung adalah sebesar 3.000 won atau Rp38.470 untuk orang dewasa dan 1.500 won atau Rp19.235 untuk anak-anak. Gyeongbokgung juga menyediakan tur dengan pemandu gratis.

Sangat mudah untuk mencapai lokasi ini karena memang Gyeongbokgung terletak di tengah kota. Wisatawan hanya perlu menaiki subway, lalu turun di Gyeongbokgung Station (Seoul Subway Line 3) dan keluar melalui Exit 5. Alternatif lain melalui Anguk Station (Seoul Subway Line 3) dan keluar melalui Exit 1, namun kamu harus berjalan sekitar 10 menit menuju lokasi istana.