Masjid Merah Panjunan

Masjid Merah Panjunan - kemdikbud (Suparno)

Kesiniaja.com – Umumnya masjid yang kita kenal memiliki arsitektur mewah dengan kubah besar dan menara-menara di sekitarnya. Namun berbeda dengan Masjid Merah Panjunan yang berada di Kota Cirebon ini. Alih-alih kubah, bangunan masjid ini lebih menyerupai bangunan Jawa yang dipadukan dengan kebudayaan Hindu yang kental. Selain Hindu, dinding-dinding masjid ini juga dihiasi dengan piring-piring dan keramik-keramik antik khas Tionghoa. Karena itulah, masjid ini dikenal sebagai bukti akulturasi budaya yang ada di Cirebon.

Masjid unik ini pertama kali dibangun pada tahun 1458 dan menjadi salah satu masjid tertua di Cirebon. Sehingga lokasi ini bukan hanya sekedar wisata religi tetapi juga sebagai salah satu lokasi wisata sejarah yang paling diminati di Kota Cirebon.

Sejarah

Masjid Merah Panjunan dibangun pada abad ke-15. Masjid ini adalah salah satu saksi penyebaran agama Islam dari Syekh Syarif Abudurakhman yang berasal dari Bagdad. Selain menyebarkan syiar Islam, Syekh Syarif Abdurakhman juga piawai dalam berdagang. Beliau menjual anjun atau gerabah dari tanah liat. Beliau mengajarkan keterampilannya kepada masyarakat setempat, sehingga lokasi tersebut lebih dikenal dengan Desa Panjunan, berasal dari kata anjun.

Masjid Merah Panjunan – jdlines

Karena jasanya, Syekh Syarif Abdurakhman diberi tanggung jawab untuk mengembangkan wilayah ini oleh Pangeran Cakrabuana dari Kerajaan Cirebon. Sejak saat itu Syekh Syarif Abdurakhman lebih dikenal sebagai Pangeran Panjunan. Karena lokasi Desa Panjunan yang dekat dengan pantai, maka banyak pedagang dari Arab yang mampir untuk berdagang. Pangeran Panjunan pun memutuskan untuk membuat sebuah mushola yang nantinya menjadi cikal bakal Masjid Merah Cirebon.

Beliau membangun masjid ini dengan perpaduan berbagai budaya karena memang pada saat itu, Desa Panjunan ini sering dikunjungi oleh para pedagang dengan berbagai macam latar budaya.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Merah Panjunan juga pernah digunakan Wali Songo dalam misi menyebarkan agama Islam di Cirebon. Sedangkan ornamen bernuansa Tionghoa yang menghiasi masjid ini juga masih berhubungan dengan para Wali Songo.

Aktivitas dan Fasilitas

Hingga saat ini, Masjid Merah Panjunan masih digunakan untuk beribadah. Selain itu, banyak juga peziarah yang datang dari berbagai kota untuk dapat menikmati sejarah masjid ini.

Masjid Merah Panjunan – cireboninternet

Walaupun kecil, masjid ini sangat unik dan indah. Keaslian bangunannya masih sangat terjaga. Masjid ini dikelilingi tembok setinggi 1,5 meter dari bata merah dengan gapuranya yang sekilas terlihat seperti gapura Hindu. Bagian dalam masjidnya juga sangat indah, dihiasi dengan ukiran-ukiran unik dan keramik bernuansa Tionghoa dan Eropa. Karena keindahannya, sangat sayang jika Anda tidak berfoto ketika berkunjung ke masjid ini. Namun, tetap harus menjaga sikap karena pada nyatanya tempat ini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah.

Fasilitas ibadahnya pun sudah sangat lengkap. Terdapat tempat wudhu yang airnya berasal dari sumur tua di samping masjid. Ruang solatnya juga cukup luas dengan kipas sebagai pendingin.

Lokasi dan Rute

Masjid unik ini berlokasi di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Biasanya orang-orang lebih mengenal daerah ini dengan “Kampung Arab”.

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum untuk datang ke masjid ini. Dari Stasiun Kejaksaan Kota Cirebon, Anda hanya perlu menempuh perjalanan selama 10 menit untuk sampai ke masjid ini.

Lokasi Masjid Merah Panjunan ini juga sangat dekat dengan Mie Koclok Panjunan yang merupakan salah satu wisata kuliner legendaris di Kota Cirebon. Jadi jika Anda mengunjungi Masjid Merah Panjunan ini, Anda tidak hanya bisa melakukan wisata religi tetapi juga bisa melakukan wisata kuliner.

error:
Exit mobile version