Solo traveling bukan sekadar liburan sendirian. Buat banyak orang, ini adalah momen berdialog dengan diri sendiri, belajar mandiri, dan melihat dunia tanpa distraksi.
Kamu bebas menentukan ritme, bebas berubah rencana, dan bebas menikmati kesendirian tanpa harus menjelaskannya ke siapa pun.
Kuncinya cuma satu: pilih negara yang tepat. Negara yang aman, ramah solo traveler, infrastrukturnya baik, dan secara budaya tidak menghakimi orang yang bepergian sendirian – terutama untuk perempuan.
Dirangkum dari berbagai sumber internasional seperti Vegoutmag, laporan keamanan global, dan pengalaman solo traveler dunia, berikut 10 negara terbaik untuk solo traveling yang aman, nyaman, dan punya energi positif untuk perjalanan reflektifmu.
1. Jepang – Negara yang Mengajarkan Cara Menikmati Kesendirian

Jepang sering dijuluki sebagai surga solo traveler, dan julukan itu sama sekali bukan berlebihan. Di negara ini, kesendirian bukan sesuatu yang dipertanyakan – justru dihargai.
Jepang dikenal dengan:
- Tingkat kriminalitas yang sangat rendah, bahkan untuk ukuran negara besar
- Transportasi publik super efisien, tepat waktu, dan mudah dipahami
- Budaya yang menghormati privasi dan ruang personal
Di Jepang, makan sendirian di restoran bukan hal aneh. Naik kereta tanpa ngobrol juga tidak dianggap menyedihkan.
Bahkan, banyak restoran yang memang dirancang khusus untuk satu orang, lengkap dengan bilik kecil agar kamu bisa menikmati makanan tanpa gangguan.
Jepang cocok untuk kamu yang ingin belajar bahwa sendiri bukan berarti kesepian, melainkan bentuk ketenangan yang elegan.
2. Portugal – Hangat, Bersahabat, dan Tidak Mengintimidasi
Kalau Eropa terasa terlalu “dingin” dan kaku di bayanganmu, Portugal bisa jadi pintu masuk yang sempurna. Negara ini punya suasana yang ramah, santai, dan jauh dari kesan mengintimidasi.
Kota seperti Lisbon dan Porto menawarkan:
- Lingkungan yang aman untuk jalan kaki sendirian
- Ritme hidup yang santai tapi tetap hidup
- Kafe-kafe kecil yang pas untuk duduk lama sambil merenung
Portugal terasa hangat, bukan cuma dari cuacanya, tapi juga dari interaksi warganya. Cocok banget untuk solo traveler pemula yang ingin mencicipi Eropa tanpa rasa canggung atau tekanan sosial.
3. Selandia Baru – Petualangan Sendiri yang Tetap Terasa Aman
Selandia Baru adalah jawaban buat kamu yang ingin solo traveling tapi tetap merasa aman di tengah alam liar.
Negara ini secara konsisten masuk daftar negara paling aman di dunia, sekaligus punya lanskap alam yang luar biasa.
Selandia Baru ideal untuk kamu yang ingin:
- Road trip sendirian menyusuri pegunungan dan danau
- Hiking dengan jalur yang jelas dan aman
- Benar-benar menyatu dengan alam
Uniknya, meski bepergian sendiri, kamu jarang merasa benar-benar sendirian. Komunitas backpacker dan solo traveler di Selandia Baru sangat besar dan terbuka.
Kamu bisa menikmati waktu sendiri, tapi tetap punya opsi untuk bertemu orang baru kapan saja.
4. Thailand – Destinasi Solo Traveling yang Selalu “Masuk”

Thailand sering disebut sebagai paket lengkap untuk solo traveler, dan itu memang benar. Negara ini ramah, mudah, dan sangat bersahabat – terutama untuk traveler sendirian dan perempuan.
Alasan Thailand selalu jadi favorit:
- Transportasi mudah dan terjangkau
- Biaya hidup ramah kantong
- Infrastruktur wisata matang
- Aman untuk solo traveler perempuan
Yang bikin Thailand istimewa, kamu bisa menyesuaikan perjalanan dengan suasana hatimu:
- Bangkok untuk hiruk-pikuk kota dan nightlife
- Chiang Mai untuk ketenangan dan nuansa spiritual
- Krabi atau Koh Samui untuk healing di pantai
Mau ramai atau sunyi, Thailand selalu punya tempat yang pas.
5. Islandia – Sunyi yang Justru Menyembuhkan
Islandia bukan destinasi murah, tapi kalau bicara soal solo traveling reflektif, negara ini hampir tak tertandingi. Islandia menawarkan kesunyian yang bukan kosong, tapi menenangkan.
Keunggulan Islandia:
- Salah satu negara paling aman di dunia
- Alam ekstrem tapi tertata rapi
- Cocok untuk perjalanan tanpa distraksi
Bayangkan menyetir sendirian di jalan panjang tanpa kendaraan lain, dengan latar gunung es, air terjun, dan langit luas.
Banyak solo traveler menyebut road trip di Islandia sebagai pengalaman “bertemu diri sendiri dengan jujur” – tanpa topeng, tanpa kebisingan.
6. Spanyol – Hidup Santai, Mudah Bergaul, dan Penuh Energi Positif
Spanyol adalah negara yang membuat solo traveling terasa ringan dan menyenangkan. Budaya hidupnya santai, orang-orangnya ekspresif, dan suasana kotanya penuh warna.
Sebagai solo traveler, kamu akan merasakan:
- Lingkungan yang ramah dan terbuka
- Banyak ruang publik untuk duduk, berjalan, dan mengamati hidup
- Budaya makan dan nongkrong yang tidak canggung meski sendirian
Di kota seperti Barcelona, Seville, atau Valencia, duduk sendiri di kafe sambil menikmati tapas dan kopi adalah hal biasa.
Spanyol cocok untuk kamu yang ingin solo traveling tapi tetap merasa “terhubung” dengan sekitar, tanpa harus selalu ngobrol.
7. Taiwan – Aman, Ramah, dan Paling Bersahabat untuk Solo Trip Pertama

Kalau ini solo traveling pertamamu ke luar negeri, Taiwan adalah pilihan yang sangat aman dan nyaman. Banyak solo traveler – terutama perempuan – menyebut Taiwan sebagai negara yang “baik hati”.
Taiwan dikenal dengan:
- Transportasi publik yang rapi dan mudah dipahami
- Penduduk lokal yang sangat membantu, bahkan pada orang asing
- Lingkungan kota yang bersih dan tertib
Kamu bisa menjelajah night market sendirian tanpa rasa khawatir, menikmati bubble tea asli, atau naik kereta ke pegunungan dengan tenang.
Taiwan mengajarkan bahwa solo traveling bisa terasa aman tanpa harus selalu waspada berlebihan.
8. Skotlandia – Tenang, Magis, dan Penuh Ruang untuk Merenung
Skotlandia punya suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata – tenang, dingin, tapi hangat di dalam. Kota tuanya seperti Edinburgh terasa magis, sementara Highlands menawarkan alam liar yang luas dan sunyi.
Skotlandia cocok untuk kamu yang:
- Menyukai udara sejuk dan langit kelabu
- Ingin solo traveling dengan nuansa kontemplatif
- Suka berjalan jauh sambil berpikir
Negara ini aman, tertib, dan ramah untuk solo traveler. Di Skotlandia, kesendirian terasa seperti teman perjalanan, bukan beban.
9. Kosta Rika – “Pura Vida” dan Kehidupan yang Lebih Pelan
Kosta Rika hidup dengan filosofi “Pura Vida”, yang artinya hidup sederhana, santai, dan bahagia. Filosofi ini benar-benar terasa saat kamu solo traveling di sini.
Kosta Rika menawarkan:
- Alam tropis yang masih alami
- Pantai, hutan hujan, dan gunung berapi
- Banyak eco-lodge dan retreat ramah solo traveler
Negara ini cocok untuk kamu yang ingin solo traveling sambil menyelaraskan diri dengan alam. Banyak traveler datang sendiri, tapi pulang dengan perasaan lebih utuh.
10. Slovenia – Kecil, Tenang, dan Sangat Menenangkan
Slovenia adalah hidden gem Eropa yang sering luput dari perhatian, padahal sangat ideal untuk solo traveling. Negaranya kecil, bersih, dan terasa aman untuk berjalan sendirian.
Daya tarik Slovenia:
- Suasana tenang dan tidak ramai
- Alam indah seperti Danau Bled yang reflektif
- Biaya hidup lebih bersahabat dibanding Eropa Barat
Slovenia cocok untuk kamu yang ingin perjalanan sunyi tapi berkesan. Di sini, kamu tidak dituntut untuk “melakukan banyak hal” – cukup hadir, menikmati, dan bernapas pelan.
Mengapa Negara-Negara Ini Cocok untuk Solo Traveling?
Semua negara di atas punya satu kesamaan:
- Aman secara statistik
- Ramah terhadap solo traveler
- Budaya yang tidak menghakimi kesendirian
- Infrastruktur wisata yang jelas
Inilah faktor terpenting dalam solo traveling yang nyaman.
Solo traveling bukan soal berani sendirian, tapi soal memilih lingkungan yang mendukung pertumbuhan diri.
Negara-negara dalam daftar ini bukan hanya aman dan nyaman, tapi juga menawarkan ruang untuk berpikir, merenung, dan mengenal diri sendiri lebih dalam.
Kalau kamu ingin perjalanan yang bukan sekadar liburan, tapi juga perjalanan batin, solo traveling ke negara yang tepat bisa mengubah hidupmu.












