Scroll untuk baca artikel
Shopee Diskon 50%
Jelajah Wisata

7 Tempat Wisata Dekat Keraton Surakarta: Dari Sejarah hingga Kuliner Legendaris

Avatar photo
×

7 Tempat Wisata Dekat Keraton Surakarta: Dari Sejarah hingga Kuliner Legendaris

Share this article

Berwisata ke Solo rasanya belum lengkap jika hanya mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat lalu langsung pulang. Padahal, kawasan di sekitar keraton menyimpan banyak sekali destinasi menarik yang bisa dijelajahi dengan santai, bahkan sebagian besar bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki.

Di area ini, kamu tidak hanya akan menemukan bangunan bersejarah, tetapi juga kampung batik legendaris, pasar tradisional penuh cita rasa, benteng kolonial yang kini hidup kembali, hingga masjid berusia ratusan tahun yang masih menjadi pusat spiritual masyarakat Solo. Semua berpadu dalam suasana kota yang hangat, ramah, dan terasa sangat “hidup”.

Promo Kredivo

Tujuh tempat wisata ini bukan sekadar pelengkap kunjungan ke keraton, melainkan rangkaian pengalaman utuh yang membuat perjalanan ke Solo terasa lebih bermakna. Cocok untuk kamu yang suka wisata budaya, city walk santai, hingga wisata kuliner autentik.

Berikut ulasan lengkap 7 tempat wisata dekat Keraton Surakarta: dari sejarah hingga kuliner legendaris.

1. Museum Keraton Surakarta – Membaca Sejarah Langsung dari Pusat Kekuasaan Jawa

Tak banyak yang tahu bahwa di dalam kompleks Keraton Surakarta terdapat Museum Keraton Solo yang menyimpan berbagai peninggalan penting kerajaan. Museum ini terletak di sisi kiri keraton, jika kamu masuk melalui pintu utama.

Menariknya, bangunan yang kini difungsikan sebagai museum ini dulunya merupakan ruang kantor pemerintahan pada masa Pakubuwono X, salah satu raja paling berpengaruh dalam sejarah Surakarta. Di sinilah keputusan-keputusan penting kerajaan pernah dibuat.

Museum Keraton Solo memiliki sekitar 13 ruangan, masing-masing dengan koleksi yang berbeda, antara lain:

  • Arca dan benda pusaka kerajaan
  • Wayang kulit klasik
  • Alat-alat upacara adat
  • Busana kebesaran keraton
  • Lukisan para raja Surakarta
  • Peralatan rumah tangga bangsawan Jawa

Mengunjungi museum ini membuat kamu memahami bahwa Keraton Surakarta bukan hanya simbol budaya, tetapi pusat kekuasaan, politik, dan seni Jawa yang berperan besar dalam sejarah Nusantara.

Baca Juga:  Pulau Mandeh, Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan yang Siap Mendunia

2. Kampung Batik Kauman – Rumah Batik Keraton yang Penuh Nilai Filosofi

Berjarak sangat dekat dari keraton, Kampung Batik Kauman adalah salah satu kampung batik tertua dan paling bersejarah di Solo. Kampung ini dulunya merupakan tempat tinggal para abdi dalem keraton yang bertugas membuat batik untuk keluarga kerajaan.

Ciri khas Batik Kauman terletak pada motif klasik pakem keraton, yang sarat makna filosofi dan dulunya tidak boleh dikenakan sembarang orang. Beberapa motif klasik seperti parang, kawung, dan truntum banyak diproduksi di kawasan ini.

Aktivitas yang bisa kamu lakukan di Kampung Batik Kauman:

  • Belajar proses membatik tulis
  • Berbelanja batik berkualitas langsung dari pengrajinnya
  • Menyusuri gang-gang kampung dengan rumah berarsitektur Jawa–Belanda
  • Menikmati suasana kampung yang tenang dan autentik

Bangunan di kampung ini didominasi rumah joglo, limasan, dan rumah bergaya Indische, menciptakan suasana city walk yang estetik dan nyaman.

3. Kampung Wisata Baluwarti – Menyelami Kehidupan di Balik Tembok Keraton

Masih berada dalam lingkup keraton, Kampung Wisata Baluwarti dulunya merupakan kawasan tempat tinggal para prajurit, pejabat, dan abdi dalem keraton. Kawasan ini berada di dalam tembok pertahanan keraton, sehingga memiliki nilai sejarah yang sangat kuat.

Kini, Baluwarti berkembang menjadi kampung wisata budaya yang dikelola oleh komunitas seniman dan pengrajin lokal. Di sini, kamu bisa melihat langsung kehidupan masyarakat yang masih lekat dengan tradisi keraton.

Daya tarik Kampung Wisata Baluwarti antara lain:

  • Workshop batik dan kerajinan tradisional
  • Pembuatan wayang kulit
  • Anyaman bambu
  • Pertunjukan seni tari Jawa
  • Pentas wayang kulit di momen tertentu
Baca Juga:  Taman Wisata Pulau Situ Gintung, Taman Rekreasi Favorit Liburan Keluarga di Tangerang

Berjalan di Baluwarti terasa seperti mundur ke masa lalu, di mana budaya Jawa masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warganya.

4. Benteng Vastenburg – Jejak Kolonial yang Kini Menjadi Ruang Publik

Tak jauh dari keraton, berdiri kokoh Benteng Vastenburg, peninggalan kolonial Belanda yang kini kembali menjadi magnet wisata. Benteng ini dibangun pada abad ke-18 dan dulunya berfungsi sebagai alat pengawasan Belanda terhadap aktivitas Keraton Surakarta.

Secara historis, Benteng Vastenburg menjadi simbol tarik-menarik kekuasaan antara kerajaan Jawa dan pemerintah kolonial. Namun kini, fungsinya berubah drastis.

Setelah direvitalisasi, Benteng Vastenburg menjadi:

  • Ruang publik terbuka
  • Lokasi festival budaya
  • Tempat konser musik
  • Area pameran seni dan komunitas

Bangunan bergaya kolonial yang megah ini membuat kawasan pusat kota Solo terasa semakin harmonis, memadukan sejarah lama dengan aktivitas modern.

5. Pasar Gede Solo – Surga Kuliner Tradisional Sejak Zaman Belanda

Jika ingin merasakan denyut kehidupan masyarakat Solo, Pasar Gede adalah tempat yang wajib dikunjungi. Pasar ini telah berdiri sejak masa penjajahan Belanda dan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus budaya hingga sekarang.

Selain berfungsi sebagai pasar tradisional, Pasar Gede juga dikenal sebagai salah satu pusat kuliner legendaris di Solo.

Beberapa kuliner ikonik yang bisa kamu cicipi:

  • Dawet Bu Dermi
  • Cabuk rambak
  • Pecel Solo
  • Jajanan pasar tradisional

Di pintu utama pasar, kamu juga akan menemukan pedagang oleh-oleh yang menjual:

  • Wingko babat
  • Aneka keripik
  • Dodol dan jajanan khas Solo

Datang pagi ke Pasar Gede adalah pilihan terbaik untuk merasakan suasana pasar yang hidup dan autentik.

6. Masjid Agung Keraton Surakarta – Pusat Spiritual Kerajaan Jawa

Hanya berjalan kaki sebentar dari keraton, tepat di dekat Alun-alun Utara dan Pasar Klewer, berdiri megah Masjid Agung Keraton Surakarta. Masjid ini dibangun pada tahun 1763 pada masa pemerintahan Pakubuwono III.

Baca Juga:  Misteri Batu Keramat di Sungai Ciujung: Destinasi Horor Tersembunyi di Tanah Baduy

Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bagian penting dari struktur kerajaan Jawa, di mana agama dan budaya berjalan berdampingan.

Ciri khas Masjid Agung Keraton Surakarta:

  • Arsitektur Jawa klasik
  • Atap tajug bertumpang
  • Halaman luas
  • Serambi, ruang utama, pawestren (ruang salat wanita)
  • Kolam air di area wudhu untuk mencuci kaki

Masjid ini sering dikunjungi wisatawan yang ingin memahami sejarah penyebaran Islam di Jawa serta filosofi arsitektur Islam-Jawa.

7. Pasar Klewer – Pusat Batik Terbesar di Solo

Destinasi terakhir yang tak boleh dilewatkan adalah Pasar Klewer, pusat perdagangan batik terbesar dan paling terkenal di Solo. Lokasinya sangat strategis, tepat di sebelah Keraton Surakarta.

Pasar Klewer kini tampil lebih modern dengan bangunan bertingkat, namun tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai surga belanja batik.

Di sini, kamu bisa menemukan:

  • Kain batik tulis dan cap
  • Pakaian batik siap pakai
  • Aksesori dan suvenir batik

Harga batik di Pasar Klewer terkenal murah tapi berkualitas, dan tradisi tawar-menawar masih sangat hidup. Cocok untuk belanja oleh-oleh atau koleksi pribadi.

Penutup

Kawasan sekitar Keraton Surakarta adalah contoh sempurna bagaimana sejarah, budaya, dan kehidupan modern bisa berjalan berdampingan. Dari museum kerajaan, kampung batik, benteng kolonial, pasar tradisional, hingga masjid bersejarah—semuanya membentuk satu narasi besar tentang identitas Kota Solo.

Jika kamu ingin wisata yang tidak sekadar foto-foto, tetapi juga penuh cerita dan pengalaman autentik, maka menjelajahi 7 tempat wisata dekat Keraton Surakarta adalah pilihan yang sangat tepat.