Scroll untuk baca artikel
Shopee Diskon 50%
Jelajah Wisata

Upaya Mengangkat Popularitas Wisata Mentawai

Avatar photo
×

Upaya Mengangkat Popularitas Wisata Mentawai

Share this article
Upaya Mengangkat Popularitas Wisata Mentawai

Bak Pantun berbalas pantun, pesona keindahan alam dan kebudayaannya Sumatera Barat sebenarnya tak akan habis diulas satu per satu. Dibalik ragam potensial ranah minang tersebut, terselip perasaan iba manakala pariwisata Mentawai seperti lesu dan tak bergairah. Dasar pemikiran inilah yang ingin dibangkitkan kembali dalam Sumatera Barat Expo 2016 yang bertajuk “Unique in Diversity”.

Even tahunan yang sudah dimulai semenjak 2011 ini, akan kembali digelar pada 24-27 November 2016 mendatang di Jalan Sukarno, Bandung, Jawa Barat. Rencananya, untuk mengembalikan pariwisata Mentawai seperti sebelum dihantam gempa dan tsunami, pemerintah provinsi Sumatera Barat akan menjadikannya sebagai produk unggulan pada acara promosi wisata.

Promo Kredivo

“Mentawai hadir all out dengan packaging nya. Semisal Huma Mentawai akan dipisah dengan rumah adat Minang. Semua tawaran paling besar datang dari promosi Mentawai baik wisata wisata laut,  selancar,  investasi,  kerajinan masyarakat,” Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Provinsi Sumatera Barat Syarifudin dalam acara diskusi media di Hotel Balairung, Jakarta, Senin (14/11).

Ya, potensi wisata bahari Mentawai memang seharusnya bisa menjadi magnet untuk menggaet wisatawan.  Bahkan jika dikaji bisa bersanding dengan wisata Bali dan Raja Ampat. Betapa tidak, pasca diterjang Tsunami, tak lantas membuat kehancuran total biota lautnya.  Ajaibnya, biota laut dapat terestorasi kembali secara cepat. Destinasi menyelam ini bisa dibilang pulih dan siap menyambut wisatawan.

Tak hanya potensi biota laut yang menawan sehingga tempat ini menjadi salah satu spot menyelam terbaik. Ombak yang menjulang hingga 10 meter banyak diburu oleh  surfer profesional mancanegara. Bahkan lokasi ini sempat dijuluki surga bagi para peselancar.

Baca Juga:  Pantai Tiga Warna, Permata Malang yang Menyimpan Rahasia Alam

Uniknya, disamping pesona bahari Mentawai, nilai budaya tradisional berupa tato akan diulas pada rangkaian pameran ini. Menurut para peneliti, pembuatan tato secara tradisional oleh suku Mentawai adalah yang tertua di dunia. Bagi Masyarakat Mentawai, tato adalah jiwa dan roh kehidupan. Salah satu posisi tato adalah untuk menunjukan identitas dan perbedaan status.

Kepulauan Mentawai merupakan sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Barat yang berjarak 150 km dari lepas pantai pulau Sumatera. Ada 64.235 jiwa dari 213 pulau yang tersebar. Akan tetapi, masyarakat Mentawai menduduki empat besar. Pulau tersebut yakni Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan.

“Mentawai sangat unik.ia lebih spesifik sendiri, nanti adanya parade tato dari zaman ke zamannya,” kata Syarifudin.