Scroll untuk baca artikel
Shopee Diskon 50%
News

Salju Abadi Akan Punah di Puncak Jaya, Ini Alasannya!

Avatar photo
×

Salju Abadi Akan Punah di Puncak Jaya, Ini Alasannya!

Share this article
Salju Abadi Akan Punah di Puncak Jaya, Ini Alasannya!

Ajaib! kata yang sepantasnya melekat menjadi pendamping nama Indonesia. Bagaimana tidak, di negeri dua musim dengan lintasan khatulistiwa ini pernah tumbuh bunga-bunga es yang menjadi abadi. Ya, sejak ditemukan peneliti Belanda pada tahun 1936 puncak-puncak gunung di Taman Nasional Lorentz, Papua selalu diselimuti salju abadi.

Kekayaan mineral dalam kandungan gunung-gunung ini pun menjadi rebutan korporasi negara-negara Adikuasa. Sampai pada akhirnya kemenangan-kemenangan politik membawa perubahan yang cukup signifikan pada barisan pegunungan ini tanpa pernah bisa dihentikan. Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur dikabarkan lenyap bersama puncak Grasberg yang telah menjadi lubang galian tambang yang sangat dalam.

Promo Kredivo

Kepala Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika, Andi Eka Sakya mengatakan bahwa Indonesia akan kehilangan salju abadi dari yang tersisa di sekitar kawasan Puncak Jaya pada tahun 2020. perkiraan ini merujuk pada observasi langsung yang dilakukan pada Juni 2010, November 2015 dan November 2016. “Observasi bertujuan mengukur kecepatan penurunan tebal es akibat pemanasan oleh atmosfer,” Ucap Andi.

Berdasarkan penelitian terakhir pada 23 November 2016 menunjukan tebal es di Puncak Jaya menyusut 1,42 meter sejak Mei 2016 dan tebal es tersisa 20,54 meter. Sejak Mei, es di Puncak Jaya mengalami penyusutan 4,26 meter dari November 2015 yang disebabkan el nino pada tahun 2015/2016.

Melihat perbandingan sebelumnya, pada Juni 2010 tebal es Puncak Jaya 31,49 meter dan menyusut menjadi 26,23 meter pada November 2015 atau mengalami laju penurunan tebal 1,05 meter per tahun sejak 2010.

Baca Juga:  Kepulauan Seribu Siapkan 8 Pulau Baru, Siap-Siap Atur Jadwalmu Kesini!

Penyusutan salju di Puncak Jaya juga terjadi di negara khatulistiwa yang memiliki gunung es lainya. Yakni, Gunung Kilimanjaro di Tanzania dan Chimborazo di Peru. Untuk itu diperlukan langkah strategis dari pemerintah dan masyarakat dunia guna menekan laju pencairan es. Langkah strategis tersebut adalah dengan menghindari perilaku yang menjadi penyebab terbesar yakni pemanasan global.