Scroll untuk baca artikel
Shopee Diskon 50%
News

Siapkan 150 Koki Terbaik, Nasi Goreng Bakal Manjakan Lidah Raja Salman

Avatar photo
×

Siapkan 150 Koki Terbaik, Nasi Goreng Bakal Manjakan Lidah Raja Salman

Share this article
Siapkan 150 Koki Terbaik, Nasi Goreng Bakal Manjakan Lidah Raja Salman

Masakan Indonesia sepertinya akan unjuk gigi di momentum hebat. Itu setelah, Aerofood ACS dipercaya mendampingi para juru masak Kerajaan Arab Saudi mempersiapkan makanan untuk Rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan rombongan berjumlah 1.500 orang selama berada di Indonesia.

Salah satu unit bisnis dari PT Aero Wisata yang merupakan anak perusahaan maskapai nasional Garuda Indonesia yang bergerak di bidang inflight catering ini, akan menyiapkan 150 koki untuk meracik dan memasak menu makanan bercita rasa tinggi, termasuk Nasi Goreng.

Promo Kredivo

“Ya, kami dipercayakan untuk menyajikan makan halal food bagi rombongan kedutaan Berbagai kuliner masakan nusantara. Nasi goreng juga termasuk salah satunya. Akan tetapi secara keseluruhan kami akan memprioritaskan permintaan dari pihak koki kedutaan,” ujar VP Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar.

Benny juga memastikan 150 koki milik Garuda Indonesia itu akan berkolaborasi dengan koki kepercayaan kerajaan Arab Saudi memasak dan menyiapkan makanan premium dan bertaraf internasional. Mereka akan mengolah bahan mentah yang didatangkan langsung dari Arab Saudi juga bahan lokal di fasilitas inflight kitchen Aerofood ACS Jakarta dan Denpasar.

”Para koki Aerofood ACS akan bekerja 24 jam penuh dan dibagi dalam 3 shift. Makanan yang disajikan bervariasi, mulai dari makanan pembuka seperti hummus, canapé, caviar, dan berbagai roti pilihan,”beber Benny.Lebih lanjut Benny mengatakan, nantinya para rombingan juga akan disajikan makanan utama dari beras untuk nasi basmati, beraneka daging seperti daging sapi, daging kalkun, daging kambing, daging ayam dan aneka seafood salah satunya lobster. ”Kita akan melayani dan siap menjamu dengan baik, tentunya akan dikombinasikan dengan makanan Nusantara termasuk Nasi Goreng,” tambah Benny.

Tampilnya masakan Indonesia di depan tokoh dunia itu langsung memantik komentar Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Vita Datau Messakh. Kata Vita, Makanan Indonesia memang tidak ada duanya di mulut dan lidah siapapun.Termasuk untuk Raja Salman yang datang ke tanah air.

Baca Juga:  Ternyata Ada Hari Naik Gunung Sambil Bertelanjang, Ini Faktanya!

Kata wanita yang hobi naik motor besar itu berpromosi dengan mengedepankan masakan atau kuliner Indonesia adalah cara yang efektif untuk Pariwisata Indonesia.

”Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita, ini cara yang sangat baik, Raja Salman jadinya juga tahu dan merasakan nikmatnya masakan kita,” ujarnya.

Wanita yang murah senyum itu menambahkan, masakan Indonesia itu tidak sembarangan hanya dengan rasa yang nikmat saja. Namun masakan Indonesia itu ada sejarahnya, ada teorinya ada filosofinya. Kata Vita, setiap negara mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negaranya, untuk memperkenalkan negaranya, meningkatkan country image negaranya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara.

Vita memaparkan ada tiga makanan khas Indonesia yang sudah menjadi country image di mata international yakni Nasi Goreng, Rendang dan Soto.” Semoga Nasi Goreng menjadi unggulan makanan kita di depan para rombongan Raja, semakin banyak pintu masuk ke negara kita, semakin banyak makanan yang dikenal oleh wisatawan, country image ke negara kita semakin baik. Kita harapkan kita bisa memperkenalkan Indonesia melalui kuliner kita untuk para rombongan Raja Salman,”ujarnya.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat kepada Garuda Indonesia dan anak perusahaannya yang telah dipercaya rombongan Raja Salman dalam melayani makanan. Ini sama dengan semangat Menpar mendorong kuliner nusantara untuk tampil di pentas dunia. Sebab, Thailand, Vietnam dan Malaysia sudah lebih dahulu menggunakan teste makanan sebagai alat promosi dan diplomasi pariwisata.

“Iya benar, potensi kuliner kita tidak kalah. Jenis makanan kita juga seabrek jumlahnya. Tinggal mengemas menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value,” tutur Arief Yahya. Berdirinya banyak restoran Indonesia di berbagai negara adalah bukti konkret, bahwa kuliner kita juga laku di pentas global. Sama halnya dengan Chinesse Restoran, Japanesse Restoran, Korean Food, dan juga Indian Culinery. “Biarkan wisatawan jatuh cinta di makanan dulu, sebelum akhirnya mencintai destinasi pariwisata Indonesia,” tandasnya.tuk Rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan rombongan berjumlah 1.500 orang selama berada di Indonesia.

Baca Juga:  Menggapai Atap Eropa Bisa dengan Kereta

Salah satu unit bisnis dari PT Aero Wisata yang merupakan anak perusahaan maskapai nasional Garuda Indonesia yang bergerak di bidang inflight catering ini, akan menyiapkan 150 koki untuk meracik dan memasak menu makanan bercita rasa tinggi, termasuk Nasi Goreng.

“Ya, kami dipercayakan untuk menyajikan makan halal food bagi rombongan kedutaan Berbagai kuliner masakan nusantara. Nasi goreng juga termasuk salah satunya. Akan tetapi secara keseluruhan kami akan memprioritaskan permintaan dari pihak koki kedutaan,” ujar VP Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar.

Benny juga memastikan 150 koki milik Garuda Indonesia itu akan berkolaborasi dengan koki kepercayaan kerajaan Arab Saudi memasak dan menyiapkan makanan premium dan bertaraf internasional. Mereka akan mengolah bahan mentah yang didatangkan langsung dari Arab Saudi juga bahan lokal di fasilitas inflight kitchen Aerofood ACS Jakarta dan Denpasar.

“Para koki Aerofood ACS akan bekerja 24 jam penuh dan dibagi dalam 3 shift. Makanan yang disajikan bervariasi, mulai dari makanan pembuka seperti hummus, canapé, caviar, dan berbagai roti pilihan,” beber Benny. Lebih lanjut Benny mengatakan, nantinya para rombingan juga akan disajikan makanan utama dari beras untuk nasi basmati, beraneka daging seperti daging sapi, daging kalkun, daging kambing, daging ayam dan aneka seafood salah satunya lobster. ”Kita akan melayani dan siap menjamu dengan baik, tentunya akan dikombinasikan dengan makanan Nusantara termasuk Nasi Goreng,” tambah Benny.

Tampilnya masakan Indonesia di depan tokoh dunia itu langsung memantik komentar Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Vita Datau Messakh. Kata Vita, Makanan Indonesia memang tidak ada duanya di mulut dan lidah siapapun.Termasuk untuk Raja Salman yang datang ke tanah air.

Kata wanita yang hobi naik motor besar itu berpromosi dengan mengedepankan masakan atau kuliner Indonesia adalah cara yang efektif untuk Pariwisata Indonesia.

Baca Juga:  Diambil dari Laut Islandia, Nasib Paus Ini Berakhir Tragis di SeaWorld

”Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita, ini cara yang sangat baik, Raja Salman jadinya juga tahu dan merasakan nikmatnya masakan kita,” ujarnya.

Wanita yang murah senyum itu menambahkan, masakan Indonesia itu tidak sembarangan hanya dengan rasa yang nikmat saja. Namun masakan Indonesia itu ada sejarahnya, ada teorinya ada filosofinya. Kata Vita, setiap negara mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negaranya, untuk memperkenalkan negaranya, meningkatkan country image negaranya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara.

Vita memaparkan ada tiga makanan khas Indonesia yang sudah menjadi country image di mata international yakni Nasi Goreng, Rendang dan Soto,” Semoga Nasio Goreng menjadi unggulan makanan kita di depan para rombongan Raja, semakin banyak pintu masuk ke negara kita, semakin banyak makanan yang dikenal oleh wisatawan, country image ke negara kita semakin baik. Kita harapkan kita bisa memperkenalkan Indonesia melalui kuliner kita untuk para rombongan Raja Salman,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat kepada Garuda Indonesia dan anak perusahaannya yang telah dipercaya rombongan Raja Salman dalam melayani makanan. Ini sama dengan semangat Menpar mendorong kuliner nusantara untuk tampil di pentas dunia. Sebab, Thailand, Vietnam dan Malaysia sudah lebih dahulu menggunakan teste makanan sebagai alat promosi dan diplomasi pariwisata.

“Iya benar, potensi kuliner kita tidak kalah. Jenis makanan kita juga seabrek jumlahnya. Tinggal mengemas menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value,” tutur Arief Yahya. Berdirinya banyak restoran Indonesia di berbagai negara adalah bukti konkret, bahwa kuliner kita juga laku di pentas global. Sama halnya dengan Chinesse Restoran, Japanesse Restoran, Korean Food, dan juga Indian Culinery. “Biarkan wisatawan jatuh cinta di makanan dulu, sebelum akhirnya mencintai destinasi pariwisata Indonesia,” tandasnya.